Jumat, 26 Juli 2013

TIDAK ADA YANG BISA DIHARAPKAN

YANG PENTING SENANG SENDIRI


     Hidup ini memang penuh dengan perjuangan ibarat perlombaan dengan segala cara orang ingin mencapai kesuksesan mengorbankan segala cara upaya dan tenaga, tanpa memperdulikan orang disekitarnya, yang susah dan menderita dianggap orang yang kalah, banyak dijalan orang menggunakan mobil mewah dilengkapi fasilitas yang sangat menarik dilain lagi orang mengumpulkan sampah yang sudah tidak dilihat dan di jauhi orang sungguh terjadi kesenjangan sosial yang sangat jauh dan sudah dianggap orang yang terpinggiran, sangat menyedihkan ketika saya melihat seorang bapak yang kesehariannya sebagai pemulung, dengan kedua anaknya yang masih berusia sekitar 4 tahun bekerja bersama untuk mendapatkan rejeki dari sampah yang telah dibuang orang yang hidup dalam kelimpahan, makan nasi bungkus yang dimakan bersama bapak dan kedua anaknya miris rasanya, melihat kondisi sudah tidak ada perhatian orang dengan mobil mewah hanya memandang, bapak dengan gerobak yang penuh sampah disampingnya untuk menemani mencari nafkah.
     Banyak yang telah berubah orang tidak lagi memperhatikan sesamanya yang berkekurangan, ingin menggunakan uangnya menghabiskan untuk kepuasan diri sendiri, sementara sebagian orang dalam kekurangan, hidup dalam penderitaan, hanya kepada Tuhan berserah, terkadang bertanya mengapa dunia seakan tidak adil, ada yang hidup dalam berkelimpahan ada yang hidup penuh kekurangan. orang menjauhi yang susah, senang dengan orang yang berkelimpahan, tidak lagi memandang sesama sebagai anugrah yang harus diperhatikan, yang membutuhkan pertolongan, Tuhan Yesus dekat dekat dengan orang miskin dan tertindas mereka yang diabaikan bahkan yang berdosa yang mebutuhkan pengampunan, sepatutnya kita sebagai murid Tuhan Yesus meneladani menerapkan kasih yang nyata untuk itulah kita di panggil.


Minggu, 21 Juli 2013

SALING MENJATUHKAN

SULIT MENDAPATKAN SAHABAT SEJATI

     Jakarta mungkin menjadi impian bagi setiap orang yang mendambakan ingin tinggal di tengah keramaian kota, menyajikan berbagai fasilitas dengan juga dibarengi permsalahan di kota besar, saya tinggal di Grogol selama di hidup di Jakarta saya merasakan suasana dan situasi yang berbeda satu setengah tahun cukup menghadapi kehidupan di kota yang mengalami banyak permasalahan, keegoisan membuat kesenjangan penduduk kota, yang lebih sulit mendapatkan orang yang di percaya, semua penuh kemunafikan, hanya mementingkan diri sendiri, ingin menjadi pemimpin, tidak adanya menghargai orang lain, penuh keegoisan, tidak ada keberamaan, semuanya dilakukan untuk pribadi yang penting sukses, tanpa memperdulikan orang lain, duniawi menjadi yang terpenting, kehormatan menjadi yang utama dengan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan (hedonisme) mencari kepuasan dengan sebanyak-bayaknya untuk waktu lama untuk orang banyak, terkadang mengarbankan orang lain, saling menjatuhkan menjadi kunci utama kesuksesan yang tidak memperdulikan orang lain yang harus dikasihi, untuk di hargai ciptaan Tuhan yang paling berharga, tetapi terkadang manusia lebih menuruti keegoisannya sendiri, Tuhan Yesus Kristus satu-satunya Tuhan yang juga sahabat kita, Ia yang mau berkorban bahkan nyawa-Nya sendiri untuk menebus dosa umat manusia di kayu salib, Ia sahabat yang tidak akan pernah meninggalkan kehidupan kita, dahulu, sekarang dan untuk selama-lamanya Ia tetap setia.

Senin, 24 Juni 2013

KANGEN ORANGTUA TERCINTA

     Setelah satu setengah tahun tidak bertemu orangtua karena harus menuntut ilmu di Jakarta akhirnya merasa kangen dengan keluarga, bagaimana keadaan keluarga yang jauh di Papua terus menghantui pikiran yang tidak menentu, ingin pulang tentunya membutuhkan biaya yang sangat besar, dan waktu yang lama, perjalanan seminggu di kapal sangat melelahkan dan kerinduan kepada keponakan yang lucu, hanya bisa berdoa Tuhan Lindungilah keluargaku tercinta, kebuntuan merasuki pikiran dan tidak tenang, kecemasaan dengan keadaan di Papua yang jauh,, kangen dengan tanah yang telah membesarkanku, untuk kembali menikmati alam papua yang sangat indah, teman yang sudah aku tinggalkan, saudaraku yang aku kasihi, tentunya rinduku sudah tidak terbenamkam,, hanya mampu berdoa kepada Tuhan untuk dapat dipertemukan kembali dengan saudara-saudaraku yang terkasih.
     Waktu terus berlalu dengan kenangan masa-masa yang tak terlupakan dengan teman-teman kerjaku di WVI yayasan yang memberiku banyak kenangan dan pengetahuan rinduku waktu semasa aku kerja di LSM yang penuh suka dan duka untuk melayani semua anak-anak dan masyarakat, rindu dengan kebersamaan yang ada dalam tempat kerjaku yang sangat memberiku semangat dalam bekerja,, teman-teman yang sudah aku anggap sebagai saudara yang tidak aku temukan dimanapun juga,, semangat kawanku, aku merindukan kamu semua walaupun aku sudak tidak bersamamu, doaku selalu menyertaimu, Tuhan sertailah teman, saudaraku, keluargaku yang terkasih.

Selasa, 28 Mei 2013

Belajar dari Daud



GADA-MU DAN TONGKAT-MU MENYERTAIKU

     Jakarta mungkin sudah tidak asing memiliki berbagai cerita dengan segala yang ada di dalamnya permasalahan yang kompleks, bulan Februari 2012 awal dimana saya hidup baru meninggalkan tempat yang telah lama aku diami dan membesarkanku, keluargaku dan saudara yang aku sayangi keponakan yang lucu aku tinggalkan untuk menimba ilmu di Jakarta. hal yang sulit harus berpisah denga semua teman-temanku yang sudah menjadi bagian hidupku. aku sedih dan menangis ketika meninggalkan semua itu, karena kapan akan bertemu dengan mereka kembali, aku didalam mobil ketika keberangkatanku menempuh dua jam perjalanan dari kota Keerom menuju pelabuhan Jayapura, aku naik kapal Dororonda dengan kedua temanku sangat sedih meninggalkan pelabuhan Jayapura, aku pandangi kota yang telah membesarkan aku, selama satu minggu aku didalam kapan menuju Pelabuhan tanjung Priuk (Jakarta), dengan geombang yang tinggi menyebabkan semua penumpang pada mabuk laut, selama dua hari aku harus terbaring di dek kapal karena sakit, jika saya jalan pasti akan muntah dan mual pusing karena ombak, dengan meliat keadaan penumpang yang lainnya anak-anak dewasa yang dekat denganku, ketika sampai di pelabuhan karena bulum pernah ke jakarta naik Kapal dan turun di pelabuhan dengan kondisi cuaca hujan bahkan sudah malam mengakibatkan kebingungan mencari kendaraan. aku hanya percaya dengan Tuhan yang selalu memberi kekuatan, teman yang pernah ke Jakarta menjadi kebingungan karena sangat ramai dengan penumpang, saya jadi ingat sapa suruh datang Jakarta,, setelah mencari kendaraan akhirnya kami menuju kenalan untuk menumpang di rumah seorang pendeta yang menjadi tempat tujuan,,akhirnya menginap selama semalam dan keesokan harinya saya menuju Sekolah Tinggi Teologia Baptis Jakarta (STTBJ), sekolah yang saya tuju untuk mendapat pendidikan, saya dan teman saya akan bersekolah dengan harapan dapat mencapai sarjana bulan  Februari 2012 menjadi awal saya menimba ilmu dengan memiliki teman baru, situsi yang baru, serta pengalam yang baru, tidak mudah untuk menyesuaikan dengan semua kondisi karena butuh waktu dan pendekatan, saya harus selama satu semester saya masih bersama dengan teman yang semenjak pergi meninggalkan Papua bersama-sama namun kondisi mulai berubah dengan kondisi waktu,, leptop yang menemani aku selama satu tahun hasil kerjaku selama satu tahun hilang, ditambah kondisi sekolah yang membuatku kebingungan antara lanjut kuliah atau pulang kembali kepapua,,imanku mulai goncang,,di tambah teman segerejaku pulang ke karena orang tuanya meninggal dan tidak kembali sekolah,,saya harus menlanjutkan dengan penuh pertimbangan dengan segala kekurangan, yang jelas kedepannya pasti mengalami banyak masalah yang harus aku hadapi dengan mengerjakan tugas tanpa leptop sangat membuatku kewalahan, dan ternyata Tuhan Yesus menyertaiku pentinya untuk mesandar dan menyerahkan setiap permasalahan kepada-Nya memang tidak mudah untuk menerima apa yang terjadi dan tidak saya kehendaki, kepercayaanku untuk tinggal di Jakarta menjadi tidak nyaman. kekuatanku hanya kepada Tuhan, sama seperti Daud yang hanya bersandar kepada Tuhan ketika menghadapi goliat yang walaupun memiliki kekuatan dan perlengkapan senjata hebat tetapi Daud datang dengan nama Tuhan semesta Allam.
     Sekarang aku sudah semester tiga dengan mengandalkan Tuhan dan harus bekerja keras aku melewati semuanya, dengan tugas yang banyak dan berharap jika saya akan mendapatkan leptop pengganti untuk mempermudah mengerjakan tugas. tapi hingga saat ini masih berdoa, dan ingin mencari kerja untuk membeli leptop, untuk mempermudah pelayanan, terkadang aku berpikir bagaimana agar aku dapat bekerja dengan hasil yang cukup membeli leptop. terkadang sulit mengerjakan Tugas yang harus diketik,,aku berdoa agar cepat selesai sarjana dan kembali ke Papua saya sangat merindukan keluarga dan teman-temanku yang terkasih.