YANG PENTING SENANG SENDIRI
Hidup ini memang penuh dengan perjuangan ibarat perlombaan dengan segala cara orang ingin mencapai kesuksesan mengorbankan segala cara upaya dan tenaga, tanpa memperdulikan orang disekitarnya, yang susah dan menderita dianggap orang yang kalah, banyak dijalan orang menggunakan mobil mewah dilengkapi fasilitas yang sangat menarik dilain lagi orang mengumpulkan sampah yang sudah tidak dilihat dan di jauhi orang sungguh terjadi kesenjangan sosial yang sangat jauh dan sudah dianggap orang yang terpinggiran, sangat menyedihkan ketika saya melihat seorang bapak yang kesehariannya sebagai pemulung, dengan kedua anaknya yang masih berusia sekitar 4 tahun bekerja bersama untuk mendapatkan rejeki dari sampah yang telah dibuang orang yang hidup dalam kelimpahan, makan nasi bungkus yang dimakan bersama bapak dan kedua anaknya miris rasanya, melihat kondisi sudah tidak ada perhatian orang dengan mobil mewah hanya memandang, bapak dengan gerobak yang penuh sampah disampingnya untuk menemani mencari nafkah.
Banyak yang telah berubah orang tidak lagi memperhatikan sesamanya yang berkekurangan, ingin menggunakan uangnya menghabiskan untuk kepuasan diri sendiri, sementara sebagian orang dalam kekurangan, hidup dalam penderitaan, hanya kepada Tuhan berserah, terkadang bertanya mengapa dunia seakan tidak adil, ada yang hidup dalam berkelimpahan ada yang hidup penuh kekurangan. orang menjauhi yang susah, senang dengan orang yang berkelimpahan, tidak lagi memandang sesama sebagai anugrah yang harus diperhatikan, yang membutuhkan pertolongan, Tuhan Yesus dekat dekat dengan orang miskin dan tertindas mereka yang diabaikan bahkan yang berdosa yang mebutuhkan pengampunan, sepatutnya kita sebagai murid Tuhan Yesus meneladani menerapkan kasih yang nyata untuk itulah kita di panggil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar