GADA-MU DAN TONGKAT-MU MENYERTAIKU
Jakarta mungkin sudah tidak asing memiliki berbagai cerita dengan segala yang ada di dalamnya permasalahan yang kompleks, bulan Februari 2012 awal dimana saya hidup baru meninggalkan tempat yang telah lama aku diami dan membesarkanku, keluargaku dan saudara yang aku sayangi keponakan yang lucu aku tinggalkan untuk menimba ilmu di Jakarta. hal yang sulit harus berpisah denga semua teman-temanku yang sudah menjadi bagian hidupku. aku sedih dan menangis ketika meninggalkan semua itu, karena kapan akan bertemu dengan mereka kembali, aku didalam mobil ketika keberangkatanku menempuh dua jam perjalanan dari kota Keerom menuju pelabuhan Jayapura, aku naik kapal Dororonda dengan kedua temanku sangat sedih meninggalkan pelabuhan Jayapura, aku pandangi kota yang telah membesarkan aku, selama satu minggu aku didalam kapan menuju Pelabuhan tanjung Priuk (Jakarta), dengan geombang yang tinggi menyebabkan semua penumpang pada mabuk laut, selama dua hari aku harus terbaring di dek kapal karena sakit, jika saya jalan pasti akan muntah dan mual pusing karena ombak, dengan meliat keadaan penumpang yang lainnya anak-anak dewasa yang dekat denganku, ketika sampai di pelabuhan karena bulum pernah ke jakarta naik Kapal dan turun di pelabuhan dengan kondisi cuaca hujan bahkan sudah malam mengakibatkan kebingungan mencari kendaraan. aku hanya percaya dengan Tuhan yang selalu memberi kekuatan, teman yang pernah ke Jakarta menjadi kebingungan karena sangat ramai dengan penumpang, saya jadi ingat sapa suruh datang Jakarta,, setelah mencari kendaraan akhirnya kami menuju kenalan untuk menumpang di rumah seorang pendeta yang menjadi tempat tujuan,,akhirnya menginap selama semalam dan keesokan harinya saya menuju Sekolah Tinggi Teologia Baptis Jakarta (STTBJ), sekolah yang saya tuju untuk mendapat pendidikan, saya dan teman saya akan bersekolah dengan harapan dapat mencapai sarjana bulan Februari 2012 menjadi awal saya menimba ilmu dengan memiliki teman baru, situsi yang baru, serta pengalam yang baru, tidak mudah untuk menyesuaikan dengan semua kondisi karena butuh waktu dan pendekatan, saya harus selama satu semester saya masih bersama dengan teman yang semenjak pergi meninggalkan Papua bersama-sama namun kondisi mulai berubah dengan kondisi waktu,, leptop yang menemani aku selama satu tahun hasil kerjaku selama satu tahun hilang, ditambah kondisi sekolah yang membuatku kebingungan antara lanjut kuliah atau pulang kembali kepapua,,imanku mulai goncang,,di tambah teman segerejaku pulang ke karena orang tuanya meninggal dan tidak kembali sekolah,,saya harus menlanjutkan dengan penuh pertimbangan dengan segala kekurangan, yang jelas kedepannya pasti mengalami banyak masalah yang harus aku hadapi dengan mengerjakan tugas tanpa leptop sangat membuatku kewalahan, dan ternyata Tuhan Yesus menyertaiku pentinya untuk mesandar dan menyerahkan setiap permasalahan kepada-Nya memang tidak mudah untuk menerima apa yang terjadi dan tidak saya kehendaki, kepercayaanku untuk tinggal di Jakarta menjadi tidak nyaman. kekuatanku hanya kepada Tuhan, sama seperti Daud yang hanya bersandar kepada Tuhan ketika menghadapi goliat yang walaupun memiliki kekuatan dan perlengkapan senjata hebat tetapi Daud datang dengan nama Tuhan semesta Allam.
Sekarang aku sudah semester tiga dengan mengandalkan Tuhan dan harus bekerja keras aku melewati semuanya, dengan tugas yang banyak dan berharap jika saya akan mendapatkan leptop pengganti untuk mempermudah mengerjakan tugas. tapi hingga saat ini masih berdoa, dan ingin mencari kerja untuk membeli leptop, untuk mempermudah pelayanan, terkadang aku berpikir bagaimana agar aku dapat bekerja dengan hasil yang cukup membeli leptop. terkadang sulit mengerjakan Tugas yang harus diketik,,aku berdoa agar cepat selesai sarjana dan kembali ke Papua saya sangat merindukan keluarga dan teman-temanku yang terkasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar